Gelar Mastasa Di tengah Pandemi, Pengurus Pesantren Terapkan Protokol Kesehatan


Jakarta – Pesantren Ekonomi Darul Uchwah kembali gelar masa ta’aruf santri (Mastasa) tahun ajaraan 2020/2021. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lantai 3 gedung Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta,(19/9).

Kegiatan yang dimeriahkan dengan kreasi penampilan hadroh dari para santri putra tersebut terlihat berbeda dari tahun – tahun biasanya. Pasalnya, pada kegiatan Mastasa kali ini Indonesia khususnya Ibu kota Jakarta sedang digemparkan dengan virus covid-19 yang sangat meresahkan warga. Bahkan untuk jakarta sendiri mulai diberlakukan PSBB sejak 14 septermber kemarin.

Dengan kondisi tersebut membuat para pengurus pesantren memberlakukan beberapa peraturan yang sesuai dengan protokol kesehatan. Diantaranya, para santri dan asatidz yang boleh menghadiri kegiatan tersebut adalah santri dan asatidz yang bermukim di area Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, seluruh peserta yang menghadiri kegiatan diwajibkan menggunakan masker, juga menerapkan jaga jarak selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan yang mengusung tema “Young Santri World Civilization Mover” ini dihadiri oleh Ibu Nyai Hj. Mufidzah selaku pengasuh pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, Ustad Akhmad Nurul Huda selaku lurah pesantren, Ustad Amron Zamzami dan Ustad Fandi selaku asatid Pesantren Ekonomi Darul Uchwah.

Dalam kesempatan ini, lurah Pesantren Ekonomi Darul Uchwah menjelaskan, bahwa tujuan dari kegiatan Mastasa ini adalah untuk mengenalkan seluk – beluk serta lingkunga pesantren yang nantinya merupakan tempat tinggal para santri. Disamping itu beliau juga menjelaskan tentang unsur – unsur pesantren yang penting untuk diketahui para santri.

“dalam kehidupan pesantren ada lima elemen yang memegang pengaruh sangat kuat. Diantaranya adalah Kiyai, masjid, santri, asrama dan kitab kuning,” ujar beliau.

Seperti yang kita ketahui bahwa disetiap pesantren sudah pasti memiliki seorang kiyai, karena kiyai tersebut merupakan pendiri, pengolah sekaligus pengasuh pesantren yang diibaratkan seperti jantung bagi sebuah pesantren.

Selanjutnya, keberadaan masjid juga sangat penting dalam kehidupan pesantren, dimana masjid merupakan tempat bagi para santri untuk melaksanakan kewajiban mendirikan sholat 5 waktu.

Kemudian kehadiran santri tentunya juga tidak kalah penting, karena merekalah yang mengabdi untuk menuntut ilmu di pesantren tersebut. Disamping kehadiran para santri, tentunya juga memerlukan asrama/pondok yang merupakan ciri khas pendidikan islam atau pendidikan pesantren. Dimana para santri akan bermukim di dalamnya dan mengikuti setiap kegiatan yang telah ditentukan, termasuk juga pengajian kitab kuning.

Puncak kegiatan pada jum’at malam tersebut adalah pembukaan kegiatan Mastasa yang dilakukan langsung oleh Ibu Nyai Hj. Mufidzah selaku Pengasuh Pesantren. Dalam kegiatan tersebut, ibu Nyai Hj. Mufidzah juga berpesan kepada para santrinya untuk tetap mengokohkan niat nya dalam menuntut ilmu, dan juga mengikhtiarkan apa yang telah dicita – citakannya agar kemudian dapat terwujud.

“Ikhtiarkan terus apa yang sudah dicita – citakan, terus pergunakan waktu dan kesempatan yang sudah Allah swt berikan ke kita semaksimal mungkin karena waktu yang sudah berlalu tidak akan pernah bisa terulang kembali,”Ujar beliau.

Kegiatan kali ini ternyata tidak hanya pembukaan kegiatan mastasa saja, diakhir kegiatan pengurus pesantren mengumumkan pemberian piagam penghargaan santri berprestasi kepada tiga santri wati Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, mereka adalah Siti Mutiatin Anindya binti Riyadhul Mu’minin asal Kediri – Jawa Timur, Maliza Jahrotu Tsani binti Nur Habib asal Cilacap – Jawa Tengah dan Umi Wardatul Aslamiyah binti Jamzuri asal Sulawesi Tengah.

Ketiga santri wati tersebut mendapat piagam penghargaan santri berprestasi karena telah menyelesaikan tahfidzul qur’an bil ghoib/menghafal qur’an 30 juz pada pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta.
.
.
Penulis: Dea Oktaviana

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *