Hari Bela Negara, Marsudi Syuhud Mengajak Warga Negara Untuk Menghormati Hukum yang Sudah disepakati Bersama


hobindonesia.id Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud mengajak kepada warga negara Indonesia untuk menghormati hukum yang sudah disepakati bersama secara bermusyawarah.

Marsudi Syuhud mengutip dari kitab فقه الدولة وفقه الجماعة(yurisprudensi negara dan yurisprudensi kelompok) ada empat esensi dalam bela negara. “Esensi yang pertama bahwa negara kita adalah sebuah aturan (nidhom). Ketika ada aturan dalam negara, yakni bentuk undang – undang (UU) atau hukum yang sudah disepakati, dimusyawarahkan oleh DPR maupun MPR maka harus dihormati,”tuturnya.

Menurutnya, esensi yang kedua adalah menghormati seluruh usaha – usaha lembaga negara (Kementerian yang ada di Indonesia) dengan menghormati dan menjunjung tinggi Peraturan undang – undang yang sudah disepakati bersama, hendaknya semua dijalankan dan menerima apa yang sudah disepakati.

Pernyataan tersebut diungkapkan saat Tim NU Channel datang di kediamannya Pesantren ekonomi darul uchwah Jakarta untuk meminta pendapat terkait peringatan Hari Bela Negara yang selama ini diperingati setiap tahun di tanggal 19 Desember, Sabtu (19/12).

Baca Juga :Tantangan Santri di Era Digital, Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Mengadakan Pelatihan Multimedia

Lebih lanjut, ia menegaskan agar warga negara mendukung dan mendahulukan kepentingan bersama terlebih dahulu.

“Esensi yang ketiga bela negara yaki kita mendukung bagaimana negara mendahulukan usaha – usaha untuk kepentingan bersama dari pada kepentingan diri sendiri. Kemudian mengakhirkan yang sifatnya individu (fardhiyah),” kata Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah.

Esensi yang keempat adalah memegang teguh untuk menghormati akad – akad kebangsaan antara individu dan negara.

“Akad itu bisa dilaksanakan dari berdirinya kita bermusyawarah yakni kesepakatan bersama yang harus dijaga, dimana musyawarah itu perintah Al-Qur’an, bermusyawarah itu perintah Agama. Maka ketika bermusyawarah dalam negara dengan model seperti apapun itu tetap namanya negara musyawarah,” jelasnya.

Kiai Marsudi juga mengingatkan bahwa negara kita adalah negara kesepakatan hasil dari musyawarah, bahwa negara kita negara kesatuan republik Indonesia yang berdasrkan Pancasila berketuhanan Maha Esa. Ketika kita sudah sepakat disitu, hendaknya kita komitmen dengan sungguh – sungguh atas hak dan kewajiban kita sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

“Menghormati dan menjaga inilah yang sesungguhnya disebut esensi bela negara,” tegasnya.

Hal ini sesuai dengan yang dijelaskan dalam kitab فقه الدولة وفقه الجماعة disebutkan bahwa untuk memahami bangsanya sendiri hendaknya memahami karakter bangsa itu sendiri dan harus memahami legalitas pendirian sudah sesuai syariah apa belum.

Sehingga Kiai Marsudi meminta agar warga negara selalu menjaga negara yang sudah didirikan.

“Setelah didirikan harus dijaga, sesungguhnya menjaga apa yang sudah didirikan itu adalah salah satu yang paling penting dalam bela negara. Karena ketika kita sudah sepakat membuat negara maka kita berkewajiban menjaga, inilah sesungguhnya esensi dari hari bela negara,”tambahnya.

Untuk itu, ia menambahkan bahwa membela negara itu tujuan yang harus dilaksanakan secara bersama tidak cuma satu orang melainkan segenap bangsa Indonesia.

“Dengan begitu wujud bela negara adalah kesiapan menjadi warga negara yang baik dan mematuhi semua Peraturan perundang-undangan,” pungkasnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *