HIDUP KITA PERLU ROLE MODEL

hobindonesia.id Sahabat, hari ini sudah lebih dari dua bulan pemerintah menetapkan program yang hastagnya jadi trend di media sosial yaitu #dirumah aja atau #stayathome, banyak orang membuat kreativitas di media sosial, terutama kaum milenial menyumbang banyak bermunculannya konten-konten lucu dan kreatif.

Di media sosial mereka menceritakan kegiatannya mulai dari belajar dirumah, bekerja dari rumah, ibadah dari rumah dan sisa-sisa waktu lain untuk upload kegiatan yang agak jarang dilakukan, seperti memasak kuliner favorit ala rumahan , rombak-rombak isi kamar, rumah, dan seterusnya.

Nah selama stayathome ini pula, mari menghabiskan waktu untuk beribadah meniru orang lain dalam hal positif.Tentunya, jika di ulas semua yang kita lakukan didunia ini hakikatnya adalah meniru, meniru orang yang lebih dulu pernah melakukan dari pada kita. Nah, mari sahabat, saat stayathome ini kita lebih banyak merenungkan kembali, menata-nata lebih rapih lagi rencana masa depan kita, salah satunya dengan ibadah stalking idola, kok stalking jadi ibadah sih, emang gimana?.

Stalking yang dimaksud adalah stalking idola kita untuk menuntun meraih masa depan, kita itu udah jadi orang yang taat belum sama idola kita, taat itu tidak melulu siapa yang paling banyak melakukan ibadah dari A-Z, tapi taat itu sesuai dengan firman Allah berdasarkan Al-Qur’an surat An-nisa (4) ayat 67:

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ
مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

Maksud dari empat macam golongan tersebut yaitu:

1. Para Rasul dan Nabi-nabi, yaitu mereka yang menerima wahyu dari Allah SWT.

2. Para siddiqin, yaitu orang-orang yang teguh keimanannya kepada kebenaran Nabi dan Rasul.

3. Para syuhada atau orang-orang yang berjuang di jalan Allah Swt.

4. Orang-orang saleh, yaitu orang-orang yang selalu berbuat amal baik yang bermanfaat untuk umum, termasuk dirinya dan keluarganya baik untuk kebahagiaan hidup duniawi maupun untuk kebahagiaan hidup ukhrawi yang sesuai dengan ajaran Allah. (Tafsir Kemenag).

Baca juga : Dr. KH. Marsudi Syuhud – Belajar dari Masa Lalu Demi Mencapai Kesuksesan Dimasa Depan

Kita mungkin kurang menyadari, sebenarnya semua kisah kehidupan umat manusia sudah disimpulkan dalam 25 kisah nabi, pada zamannya nabi telah mengalami hidup dengan berbagai lika-likunya. Nabi Luth As dengan kemaksiatan, pencurian, perampasan akhlak hingga homo dan lesbian kaumnya. Perseteruan Ibrohim As dengan Azar ayahnya sendiri dan raja Namrud, baru memiliki keturunan di usia 77 tahun dari istri keduanya. Nabi Luth As yang pernah gagal berkali-kali dalam bisnis, semua anaknya meninggal sampai penyakit kulit yang menjijikkan. Apalagi bila kita mempelajari kisah Nabi Muhammad Saw dalam kitab-kitab dan berbagai buku yang tak ada habis-habisnya.

Nah maksud dari kisah-kisah yang dapat dipetik itu perlunya kita mengidolakan seseorang lalu menjadikannya panutan dalam menjalani hidup dan meraih cita-cita. Misalnya kita mengidolakan tokoh politik perempuan religi seperti Ibu Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur , kita pelajari rekam jejaknya beliau yang pernah belajar SMP-SMA di pesantren dan manjadi mahasiswa sekaligus aktivis di PMII, Menteri Pemberdayaan Perempuan ke-5 pada Kabinet Persatuan Nasional. Menteri Sosial era Jokowi-JK. Ketua muslimat NU pada saat ini dan seterusnya, kita pelajari dari latar perjuangan, jerih manis dibalik layar keberhasilan beliau.

Jadi, menjadikan seseorang sebagai ‘role model’ atau panutan adalah bagian dari taat pada Allah Swt dan RasulNya juga. Bukankah tugas kita dari setiap peristiwa adalah mengambil pelajarannya? Kita gak mungkin dong, punya idola tapi kita dholimi (sesat) alias tidak terarah karena gak tahu sama sekali tentang idola kita. Nah makanya kita perlu punya, kita boleh meniru langkah-langkahnya, lalu kita jalani dengan konsisten.

Dalam perjalanannya, kamu akan menemui liku-likumu sendiri, kita dapat belajar dari kisah hidup seseorang, namun kamu tidak akan mungkin sama dengan mereka.
Lalu sahabat, siapa idolamu?

Oleh : Mazila Jahrotu Tsani

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *