Ini Pesan KH. Marsudi Syuhud Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Saat Upacara HUT RI ke 75


Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia di tahun 2020, Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta turut menggelar upacara bendera, menariknya para peserta upacara mengenakan pakaian ciri khas santri, dan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, Senin (17/8/2020).

Hadir dalam upacara HUT RI ke 75 yang berlangsung di lapangan pesantren tersebut, Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Kh. Marsudi Syuhud dan Umi Mufizah serta para asatidz dan asatidzah, sekaligus para santri putra – putri lainnya. Uniknya dalam upacara HUT RI santri putra mengenakan baju koko, sarung hitam, serta kopiah. Sedangkan santri putri menggunakan pakaian yang bernuansa merah putih.

“75 tahun Indonesia merdeka adalah pengorbanan para pejuang kemerdekaan yang merelakan darah dan nyawanya demi kemerdekaan bangsa dan tanah air tercinta. Rois Akbar NU Hadratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari telah mengobarkan semangat perjuangan para Ulama dan Santri untuk bahu membahu berjuang dalam merebut Kemerdekaan yang terkenal dengan Resolusi Jihad, Hubul Wathon Minal Iman ‘Cinta Tanah Air sebagian dari Iman’ ini yang kita tanamkan sejak dini pada seluruh santri,” kata inspektur upacara Marsyudi Syuhud yang juga pengasuh Pesantren tersebut.

Marsyudi mengatakan, sebelum ada republik ini, para kiai bermusyawarah dalam Mukhtamar NU ke – 11 pada tahun 1936, memimpikan bangsa ini merdeka. Ketika itu para kiai mengangkat siapa calon deklarator untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Disitu para kiai sepakat memilih soekarno-hatta sebagai deklarator kemerdekaan bangsa Indonesia sekaligus menjadi presiden dan wakil presiden pertama. Artinya yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini tidak lepas dari peran para kiai pondok pesantren dan para pengurus Nahdlatul Ulama.

Dia pun menegaskan bahwa wajib hukumnya menjaga keutuhan tanah NKRI.

“Maka kita sebagai pelajar, sebagai santri, sebagai warga Nahdlatul Ulama, wajib hukumnya menjaga perdamaian, keamanan dan meneruskan perjuangan para kiai – kiai yang telah mendahuluhi kita.” tambah Marsyudi Syuhud.

Ketua PBNU K.H. Marsudi Syuhud itu juga mengatakan menjaga tanah air bangsa Indonesia dalam melangsungkan kemerdekaan ini telah diajarkan oleh Nabi Ibrahim as. Ketika Nabi Ibrahim mengamankan dan memproteksi Baitullah Makkah, selain diajarkan oleh Nabi Ibrahim, Nabi Muhammad Saw juga mengajarkan ketika mengamankan dan mengharamkan negara Madinah. Ajaran nabi Ibrahim yang disebutkan dalam Al-Qur’an yakni, Nabi Ibrahim mengajarkan kepada kita untuk mencintai negeri sendiri. Dengan menciptakan keamanan dalam negara maka itu akan mendatangkan ketenangan bagi semua penghuninya. Salah satu doa Nabi Ibrahim mengenai ini yang diabadikan dalam Al-Qur’an dalam Surat al-Baqarah ayat 126 adalah:

رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

Artinya: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (QS. Al-Baqarah [2]: 126)

Santri harus berpegang teguh pada ajaran Al-Qur’an sebagaimana cerita Nabi Ibrahim, mari kita berdo’a kepada Allah swt, agar bangsa ini menjadi bangsa yang aman, agar bangsa ini dikasih rezeki, dan ekonominya bisa tumbuh.

“Saudara – saudara setanah air, sekali lagi mari kita do’akan para pendahulu kita yang telah mendirikan republik Indonesia, terkhusus para kiai – kiai, para pahlawan hizbullah, para pahlawan mujahid fii sabilillah, semoga selalu mendapatkan pahala yang telah diperbuat dalam memerdekan bangsa ini.” pungkasnya.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *