Kemenag Cairkan Bantuan Untuk Pesantren


Memperingati 10 Muharram 1442 H sekaligus Simbolis Penyerahan Bantuan Operasional Pesantren dari Menteri Agama RI melalui RMI NU untuk Pesantren dan Satgas Covid-19 PBNU mulai cair.

Dalam acara Penyerahan Bantuan Operasional Pesantren, dihadiri beberapa tokoh, mulai dari Bapak Jenderal TNI Purnawirawan H. Fahrul Razi (Menteri Agama RI), KH. Dr. Marsudi Syuhud (Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah), KH. Dr. Mujib Qulyubi (Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) , Bapak Dr. H. Waryono, MAG (Direktur Pondok Pesantren Kementerian Agama Republik Indonesia), Kh. Abdul Ghofar Rozin yang dalam hal ini diwakili oleh sekretaris umum RMI NU. Bapak. Drs. H. Habib Sholeh (Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama), serta para kiai, tokoh dan tamu undangan lainnya.

Acara penyerahan bantuan berlangsung di Ponpes Ekonomi Darul Ukhuwah Kedoya, asuhan KH. Marsudi Suhud, yang juga Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama.Sabtu (29/08) malam.

“Saya apresiasi sekali, terkait anggaran yang sudah disediakan oleh pemerintah, meskipun sedikit”. Ujar Marsyudi Syuhud.

Marsyudi Syuhud yang juga ketua pengurus Besar Nahdlatul Ulama juga menyampaikan problem yang yang dihadapi NU “Persoalannya yang dihadapi oleh Nahdlatul Ulama, masalah pembiayaan yang ditangguhkan oleh pemerintah mengenai rapid test dengan harga yang mahal. Inilah yang harus dipikirkan bersama, bagaimana pemerintah harus merespon pesantren-pesantren harus lebih intens lagi.”

Baca Juga : Ini Pesan KH. Marsudi Syuhud Pengasuh Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta Saat Upacara HUT RI ke 75

“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada bapak menteri, dengan ini hadir ditengah-tengah Pesantren Ekonomi Darul Uchwah. Mudah-mudahan bantuan operasional ini bisa bermanfaat untuk seluruh pesantren di Indonesia.” tambahnya.

Menag berharap, seluruh pondok pesantren di Indonesia, khususnya pesantren di bawah naungan NU tetap memperhatikan protokoler kesehatan dalam menjalani proses pembelajaran. Pesantren diharapkan tetap menjaga pola hidup sehat bagi para santri.

“Mari saling berdoa, menjaga diri, dan menciptakan suasana optimisme di pesantren agar Indonesia segera terbebas dari covid 19,” pesan Fachrul.

Kementerian Agama menerima amanah berupa anggaran sebesar Rp2,599 triliun untuk membantu pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam di masa pandemi Covid-19. Anggaran ini disalurkan dalam bentuk Bantuan Operasional (BOP) untuk 21.173 pesantren.

Jumlah ini terdiri dari 14.906 pesantren dengan kategori kecil (50-500 santri) yang mendapat bantuan sebesar Rp25juta. Lalu ada 4.032 pesantren kategori sedang (500-1.500 santri), yang akan mendapat bantuan Rp40juta.

Bantuan juga akan diberikan kepada 2.235 pesantren kategori besar dengan santri di atas 1.500 orang. Nilai bantuannya adalah Rp50juta. Karena jumlahnya banyak, bantuan operasional ini dicairkan secara bertahap. Untuk tahap pertama, bantuan operasional yang dicairkan sejumlah Rp930.835.000.000.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 9.511 pondok pesantren, 29.550 Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), 20.124 LPTQ/TPQ, dan bantuan pembelajaran daring bagi 12.508 lembaga.

Termasuk tahap ini adalah bantuan operasional yang diberikan oleh Menag Fachrul Razi kepada Pesantren Darul Uchwah Kedoya. Selain bantuan operasional, Kemenag juga akan memberikan bantuan pembelajaran daring kepada 14.115 lembaga.

“Masing-masing lembaga akan mendapat Rp15juta, namun diberikan per bulan Rp5juta selama tiga bulan,” tandasnya.

Selain pesantren, bantuan juga akan disalurkan sebagai BOP untuk 62.153 Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Masing-masing MDT akan mendapat Rp10juta. Bantuan juga diberikan untuk 112.008 Lembaga Pendidikan Al Qur’an (LPQ). Masing-masing LPQ akan mendapat bantuan Rp10juta.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *