Pentingnya Menjaga Tali Persaudaraan dan Menjauhi Perpecahan


hobindonesia.id Silaturahmi merupakan ibadah yang paling utama, dan memutuskan tali silaturahmi merupakan perbuatan dosa yang paling tercela dan perbuatan yang paling keji (kotor). Perbuatan memutuskan tali silaturahmi telah disebutkan dalam hadits yang shahih, dan tercantum dalam ayat Al-Qur’an dalam QS. An-Nisa/4:1

وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَاۤءَلُوْنَ بِهٖ وَالْاَرْحَامَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

Yang artinya : “Peliharalah diri kalian dari siksa Allah, yang dengan menggunakan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalahhubungan silaturahim (tatkala kamu memutuskannya). Sesungguhnya Allah yang mengawasi kalian.”

Dalam ayat diatas menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah Al-Alim (maha mengetahui) dan Ar-Rqib (maha mengawasi) setiap perbuatan hamba-hambaNya, mencatat setiap pruatan manusia dan memberi balasan kepada setiap manusia atas apa yang telah ia lakukan. Maka kita selaku hamba ciptaan-Nya sebenarnnya akan kembali kepada-Nya dengan petunjuk-petunjukNya untuk senantiasa menaati perintahNya menjauhi segala laranganNya dan senantiasa bertakwa kepadaNya agar selalu berada dalam kasih sayangNya. Dengan begitu manusia akan berusaha untuk menjaga silaturahim agar tetap utuh dan menjaganya agar tidak terjadi perpecahan dalam sebuah hubungan tali persaudaraan.

Adapun firman-firman Allah Ta’ala mengenai silaturahim terdapat dalam Qur’an Surat Muhammad/47:22-24

Yang artinya: “Maka apakah jika kalian berkuasa, kalian akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan tali silaturahim? Mereka adalah orang-orang yang dilaknat oleh Allah, dituliskan telinga mereka dan dibutakan penglihatan mereka. Apakah mereka tidak memerhatikann Al-Qur’an atau hati mereka telah terkunci ?”. QS. Muhammad/47:22-24

Baca Juga : Pentingnya Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren Bagi Generasi Millenial

Sesungguhnya mereka yang telah berbuat kerusakan dengan memutuskan tali silaturahim di muka bumi ini merupakan orang-orang yang mendapatkan kutukan dan tempatnya adalah neraka jahanam kelak di akhirat (QS. Ar-Ra’d/13:25). Seandainya jika seseorang memiliki kefahaman, kesadaran dan perhatian pada ayat-ayat diatas, maka mereka akan senantiasa memperbaiki diri dari memutuskan tali silaturahim. Jika kita membuka mata hati dan membersihkan diri dari penyakit hati, pasti kita akan mengetahui dan memahami makna-makna dari ayat diatas untuk melestarikan silaturahim dengan semua kemampuan yang kita miliki.

Allah tidak pernah menyesatkan hambaNya, ia selalu memberi petunjuk dan menolongnya ketika kita dalam situasi yag sulit. Allah selalu menjadi pengadu bagi setiap hambaNya. Allah tidak pernah menyesatkan bagi mereka yang mau mmenerima petunjukNya, kecuali orang-orang yang telah berbuat fasik kepadaNya dan sungguh merugilah orang-orang yang telah berbuat fasik kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dari Muhammad Baqir Radhiyallahu ‘Anhu berkata, sesungguhnya ayahnya, yakni Sayidina ‘Ali Zainal Abidin Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Jangan kau bergaul dengan orang yang memutuskan tali silaturahim. Karena kutemukan mereka dilaknat di tiga tempat dalam Al-Qur’an).

Jika kita memerhatikan dalam ke tiga ayat tersebut maka sudah sangat jelas bahwa perbuatan tal memutuskan tali persaudaraan merupakan tindakan yang sangat dilaknat oleh Allah dan apabila kita menjaganya sungguh itu merupakan perbuatan yang sangat dipuji oleh Allah.

Larangan memutuskan tali silaturahim dan perintah menjaganya (silaturahim) telah tertuang jelas didalam Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagaimana yang kita ketahui. Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim Radhiyallahu ‘Anhu, dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Bersabda Rasulullah Shallahu ‘Alaiji Wassalam: Sesungguhnya ketika Allah Ta’ala selesai menciptakan makhluk, (sifat) Rahim berdiri seraya berkata :” Apakah (sifat Rahim) ini adalah tempat orang meminta perlindungan dari keterputusan(putusan dari rahmat Allah)?. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjawab, ‘ Ya. Apakah engkau rela jika aku menyambung (kasih sayangKu) dengan Aku memutuskan kasih sayangKu dengan orang yang memutuskanmu ( memutuskan tali silaturahim)?”. Rahim menjawab, “Ya. Hamba rela”. Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala berkata, “ Itu adalah kedudukan untukmu”.

Selain itu rasulullah telah bersabda bahwa ada tiga orang yang tidak bisa masuk syurga, yaitu orang yang melanggengkan khamr/arak, orang yang memutuskan tali silaturahim dan orang-orang yang membenarkan sihir.

Bahayanya memutuskan tali silaturahim sangat berdampak buruk bagi kita. Memutuskan tali persaudaraan/silaturahim tidak hanya berdampak buruk di akhirt saja, bahkan di dunia pun kita akan merasakannya. dengn memutuskan tali silaturahim kita akan kehilangga anggota keluarga, saudara, sahabat dan masih banyak lagi. Sehingga allah menurunkan firmannya kemudia rasulullah pun mengakui kebenarannya dengan bersabda dalam hadist-hadist yang shahih.

Semoga kita senantiasa menjadi hamba yang taat akan perintahkan dan dijauhi dari segala larangannya. Semoga Allah senantiaa menjaga kesucian hati sehingga tidak akan terjadi perpecahan silaturahim kita semua. Wallahu’alam.

HADRATUSSYAIKH KH. M. HASYIM ASY’ARI
Terjemahan “At-Tibyan fin Nahyi’an Muqata’atil Arham wal Aqarb wal ikhwan” Dan “Al-Mawaiz”

Penulis : Isna Mulani Atihi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *