Peran NU Dalam Kemerdekaan Indonesia


hobindonesia.id NU atau Nahdlatul lama merupakan sebuah jam’iah atau sebuah organisasi masyarakat Indonesia yang berdiri pada tanggal 31 januari 1926. NU bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU merupakan suatu wadah pembangunan pola pikir yang dapat memperkuat dan menjaga persatuan dan kesatuan antar umat islam.

Salah satu terwujudnya kemerdekaan, berdirinya NKRI terciptanya suatu ideologi tidak lepas dari jasa-jasa para pahlawan pada masa penjajahan kolonial Jepang dan Belanda. Para tokoh NU merupakan para pejuang yang terdiri dari para pejuang muslim atau tepatnya para kaum santri dan kiai yang dikenal sebagai Fatwa Jihad.

NU didirikan oleh KH Hasyim Asyari pada tanggal 31 januari 1926. Mohammad Hasyim Asyari atau Kiai Hasyim Asyari lahir pada tanggal 10 april 1875 di Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur. KH Hasyim Asyari merupakan Kiai karismatik yang mendapat gelar Hadrotus Syaikh yang artinya Maha Guru yang ahli dalam ilmu agama khsusnya tafsir, fiqih dan hadits. Hasyim Asyari mendapat gelar pahlawan karena ikut serta mendukng upaya kemerdekaan Indonesia dengan menggerakkan rakyat melalui fatwa jihad untuk melawan penjajah belanda pada tanggal 22 Oktober 1945, dan terjadilah perang di Surabaya pada tanggal 10 November 1945 yang kita kenal sebagai hari palawan.

Baca Juga : Pesantren Tahfidzul Qur’an Ekonomi Darul Uchwah Jakarta

Hinaan dan fitnah ditujukan kepada para santri oleh para kaum pembaru sebagai ahli takhayul, ahli bid’ah dan lain sebagainya. Akan tetapi, kaum santri tetap berada pada pendiriannya dan sebetulnya para santri memiliki jiwa sosial yang luhur, rasa toleransi yang tinggi terhadap sesama makhluknya, terhadap negaranya terlebih pada agamanya karena dengan agama mereka belajar ketuhanan.

Semangat Kh Hasyim Asyari dalam dakwahnya terhadap antikolonialisme telah melekat pada dirinya sejak belajar di Makkah, kemudian dibawa dan ditularkan kepada anaknya Wahid Hasyim. Sikap terhadap antikolonialisme membuat Kiai Hasyim masuk bui menjadi tahanan penjajah Jepang yang mewajibkan semua orang untuk membungkuk 90 derajat menghadap matahari setiap pagi pada pukul 07.00 Wib. Sehingga karena penolakannya itu membuat Kiai Hasyim Asyari dijebloskan ke penjara di Jombang pada akhir bulan april 1942, lalu dipindahkan ke Mojokerto, dan dipindahkan lagi ke penjara bubutan surabaya. Kiai Hasyim mengalami penyiksaan selama masa tahanan jepang kala itu. Namun, semangatnya tidak pernah pudar dan terus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan RI dengan berpedoman pada “Hubbul Wathon Minal Iman” yang artinya Cinta Tanah Air adalah Bagian Dari Iman.

Para Tokoh Nahdlatl Ulama atau yang kita kenal NU merupakan pejuang tangguh dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. NU salah satu organisasi yang berperan banyak terhadap kemerdekaan bangsa kita yaitu Bangsa Indonesia, walau sejarah peran kaum santri dan Kiai tidak tercatat dalam lembaran sejarah sebelum tertata rapi dan terorganisir dalam Jam’iah Nahdlatul lama. NU merupakan benteng atas pemahaman agama yang masuk ke Indonesia agar tidak terjadi perdebatan antara agama dengan nasionalisme, karena Indonesia merupakan negara berpenduduk islam terbesar. Maka dari itu NU memiliki peran penting terhadap ketuhan NKRI dalam persatuan dan kesatuannya.
.
.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Pewarta : Isna Mulani Atihi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *