Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat


Peran Pondok Pesantren dalam proses lahirnya Nahdlatul Ulama (NU) begitu bersejarah, maka dengan demikian sejarah lahirnya NU tidak bisa terlepas dari peran pesantren karena pesantren merupakan bagian integral dari NU.

Selain itu, pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia yang memiliki kontribusi penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Lembaga ini layak diperhitungkan dalam pembangunan bangsa di bidang pendidikan, keagamaan, dan moral.

Berangkat dari persolan di atas Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jakarta Barat menyadari bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang ada di pesantren tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua komponen masyarakat, termasuk dunia pesantren. Karenanya, peran pesantren dalam perkembangan NU sendiri sangat penting, khususnya di daerah Jakarat Barat.

Untuk mengetahui lebih dalam mengenai hal itu, berikut petikan wawancara Tim Media Pesantren Ekonomi, Khabib Alfatach dengan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Jakarta Barat sekaligus Pengurus Pusat Barisan Kader Gus Dur (BGD) Agus Salim, Senin (11/1) lalu di Kantor PCNU Jakarta Barat.

Apa peran penting pesantren dalam perkembagan NU di Jakarta Barat?

Sangat penting sekali, karena hadirnya pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan dan keagamaan, namun juga sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat setempat di lingkungan Jamiyah NU, disitu sesungguhnya NU tercemin diwajah pesantren. Di sisi lain, sifat ubudiyah (kehambaan) NU sendiri menjadi cikal bakal dari pesantren terutama masalah akhlaq, bagaimana menghormati ustadz, orang tua, maupun pengurus.

Kedepannya, langkah awal yang akan saya ambil bersama teman-teman pengurus PCNU yakni, mencoba mendekati lebih dekat ke pesantren- pesantren yang ada di Jakarta Barat.

Ada berapa pesantren yang ada di Jakarta Barat?

Pesantren Asshidiqiyah Kedoya, Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta, Pondok Pesantren Al Falah, Ponpes Al Washilah Jakarta, Ponpes Al-Hidayah, dan Pondok Pesantren At-Taufiq. Masih banyak yang lainnya, karena memang saat ini yang lebih difokuskan antara lain Pesantren Asshidiqiyah, dan Ponpes Al Washilah Jakarta, sedangkan yang lainnya baru mulai mendekati secara perlahan.

Selain itu, sesungguhnya ruh Nahdlatul Ulama sendiri berada di pesantren, maka dari itu di kepengursan saya periode 2019-2024 ingin back to pesantren.

Bagaimana PCNU melihat kondisi pesantren yang ada di Jakarta Barat?

Pesantren di lingkungan Jakarta Barat secara umum pola pendidikannya dan sistem yang ada di pesantrennya sendiri sudah bagus. Data yang saya peroleh sampai saat ini pesantren yang ada di Jakarta Barat tidak pernah kehabisan santri saat pendaftran santri baru.Tapi, memang disitusi saat ini pandemi Covid-19 menjadi hambatan tersendiri dengan sedikit berkurangnya santri yang mendaftar dan itu memang wajar, sebab yang dialami bukan cuma pesantren yang ada di Jakarta Barat melainkan seluruh pesantren di Indonesia.

Apakah di PCNU Jakarta Barat sendiri ada program khusus untuk pesantren?

Ada, langkah pertama yakni kita silaturahmi ke pesantren dengan membawa program-program yang nantinya akan diselenggarakan. Untuk acara yang sampai saat ini menjadi program utama untuk pesantren adalah Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU), dan sudah terselenggara di Pesanren Ekonomi Darul Uchwah, Ponpes Al Washilah Jakarta.
Langkah kedua, hal lain yang sifatnya ekonomi, pelatihan, pendidikan itu sudah kita rancang sebaik mungkin, dan untuk nanti kedepannya saya akan komunikasi lagi secara serius dengan pihak pesantren.

Tantangan pesantren di Era sekarang?

Tantangan pesantren yang ada di Jakarta, menurut saya tidak terlalu besar, tapi yang lebih ditekankan bagaimana pesantren dalam membangun santri yang berakhlaqul karimah, membangun sistem pendidikan sebaik mungkin, dan dalam ruang lingkup pesantren jangan sampai ada kejadian santri yang saling mencela satu sama lain.

Di sisi lain perlu disadari adalah, bahwa perkembangan teknologi merupakan suatu proses yang tidak bisa dihindari. Maka dengan demikian, dari PCNU membuat langkah terobosan, saya sebagai pengurus cabang siap membantu ketika ada pesantren yang kesusahan, dalam artian kesusahan kekurangan pengajar, dan lain sebagainya.

Seberapa besar keikutsertaan generasi anak muda zaman sekarang dalam mengawal kemajuan NU, khususnya di Jakarta Barat?

Ujung tombanyak adalah organisasi saat ini yakni IPNU, IPPNU, dan PMII dengan melakukan kerja sama dengan mereka. Kalau santrinya tingkatan jenjang sekolah SMA, SMK domainnya IPNU/IPPNU sedangkan PMII sendiri merupakan salah satu organisasi kemahasiswaan yang dibentuk untuk membentuk intelektual-intelektual muda di Nahdlatul Ulama.

Titik kunci pendidikan pesantren?

Titik kunci selain terdapat pada sosok Kiai, bisa juga ditentukan dengan sistem kurikulum yang ada di pesantren tersebut, sebab dengan begitu tolak ukur yang nantinya akan diperoleh santri selama hidup di pesantren terlihat jelas ketika terjun ke masyarakat, di mana pesantren tersebut sangat mengedepankan nilai-nilai yang ada.

Selain itu, titik kunci juga bisa dari segi intelektual, dan menurut saya masalah intelektual anak pesantren sudah tidak bisa diragukan lagi, semua ilmu yang diajarkan bukan sekedar ilmu agama saja, melainkan ilmu umum mulai dari ekonomi, politik dan lain sebagainya, tapi semua itu tergantung pada santri yang berproses dalam menimba ilmu.

Bagaimana PCNU melihat fenomena sosok Kiai pesantren di zaman sekarang?

Sudah kita ketahui bersama bahwa peran Kiai, bukan sebatas menstransfer ilmu pengetahuan, tetapi lebih mengarah pada proses untuk mentransfer kepribadian. Dengan kemajuan teknologi memang menjadi keunggulan dan keuntungan tersendiri bagi santri zaman sekarang. Tapi, ketika berbicara keberkahan Kiai ada dikoridor ketika ta’dzim, menjaga marwah Kiai, sedangkan di sisi pengetahuan di zaman serba teknologi. Peran penting Kiai yakni harus bisa memahami kultur santri zaman sekarang, sebab keunggulan teknologi tidak bisa dihilangkan begitu saja.

Sesungguhnya kesuksesan santri kuncinya ada diakhlaq tidak ada yang lain, walaupun ilmunya tinggi sekali tapi kalau akhlaqnya kurang sama saja. Di situlah letak keberkahan sosok kiai,

Kendala saat ini, PCNU Jakarta Barat dalam pengembangan pesantren?

Kendala terbesar yakni dari sisi keuangan, sistem dan rancangan kegiatan yang sudah kita susun memang sudah mulai bergerak ke pesantren – pesantren yang ada di Jakarta Barat. Tetapi, lagi-lagi keuangan yang menjadi kendala tidak berjalannya kegiatan yang sudah terkonsep.

Bagaimana harapan PCNU Jakarta Barat di momen usia NU yang ke-95 tahun?

Semoga di usia NU yang ke-95 ini, Organisasi Nahdlatul Ulama bisa menjadi lebih baik lagi, artinya berharap NU senantiasa menjaga perdamaian di Tanah Air dan mengajarkan Islam yang moderat.
Di samping itu, untuk rangakain acara dalam memperingati Harlah NU yang ke-95, dari PCNU Jakarta Barat sendiri nantinya akan mengadakan kegiatan webinar.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *