Peringatan Maulid Nabi Kita, Kebahagiaan Kita


إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا، لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا، وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيْزًا (الفتح : ١-٣)

Artinya : Sesungguhnya Kami (Allah) telah membukakan (memberikan kemenangan) kepada-mu dengan pembukaan (kemenangan yang nyata).
Supaya Allah memberi ampunan kepada-mu terhadap dosa-mu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atas-mu dan menunjukkan kepada-mu pada jalan yang lurus.

Dan supaya Allah menolong-mu dengan pertolongan yang kuat.

لَقَدْ جَآءَ كُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْمٌ ((التوبة : ١٢٨)

Artinya : Sesungguhnya telah datang kepada-mu seorang Rasul dari kaum-mu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan-mu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi-mu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

Hari kelahiran Nabi Muhammad Saw. selalu dirayakan dengan meriah oleh mayoritas umat islam di seluruh penjuru dunia sebagai acara tahunan sejak sekian abad yang lalu. Dirayakan sebagai bentuk rasa syukur terhadap kelahirannya, dengan berbagai rangkaian acara keislaman tertentu, yang terkadang rangkaian acaranya memiliki perbedaan di satu daerah dengan daerah yang lain. Perbedaan rangkaian acara dalam perayaan maulid nabi ini timbul karena banyak kemungkinan. Adakalanya sebab akulturasi budaya. Adakalanya juga memang suatu bentuk bid’ah (model) yang sengaja dibuat.

Baca Juga : Sholat Sebagai Sarana Komunikasi Kita Kepada Sang Pencipta Alam Semesta

Terlepas dari semua itu, sesungguhnya perayaan maulid nabi adalah hal yang seyogyanya dilaksanakan sebagai bentuk syukur kita kepada Allah Swt., yang mana telah memberikan petunjuk kepada kita semua melalui baginda kita nabi Muhammad Saw. Seandainya tanpa kehadiran Rasulullah Saw, mungkin hari ini kita bukanlah menjadi muslim.

Perayaan Maulid Nabi ini hendaklah kita laksanakan, karena perjuangan kita hari ini dalam menyebarkan agama islam sama sekali tidak sebanding dengan perjuangan beliau dan para sahabatnya di kala itu. Sehingga kita yang hidup pada zaman ini dan setelahnya tidak perlu lagi melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan oleh Nabi dan para sahabatnya. Kita tidak perlu perang angkat senjata, tidak perlu musyawarah untuk strategi perang, tidak perlu khawatir terhadap teror dan lain sebagainya.

Ketika berbicara Maulid Nabi, tentu tidak lengkap kalau tidak membahas kelahirannya. Oleh karenanya, sekarang saya coba memaparkan sedikit kisah tentang kejadian saat kelahiran nabi Muhammad Saw., sebagai berikut :
1. Pada saat kelahirannya nampak hal-hal gaib dan keanehan.
2. Sebagai pertanda kenabiannya dan bahwa ia adalah pilihan Allah.
3. Maka, pada saat itu langit-langit ditingkatkan penjagaannya dan pengacau dari bangsa makhluk halus diusir
4. Bintang-bintang berapi menghantam setiap syetan terkutuk ketika hendak naik.
5. Bintang-bintang zuhrah merendah ikut menghormati Nabi Muhammad Saw.
6. Dan memancarkan sinarnya yang terang cemerlang sampai ke dataran rendah bumi haram dan dataran tingginya.
7. Dan bersamaan dengan itu, keluar cahaya yang menerangi gedung-gedung bertingkat di negeri Syam.

Dengan demikian, nampak jelas begitu sangat besarnya mukjizat nabi muhammad. Bukan hanya makhluk hidup, tetapi benda mati-pun ikut menunjukkan kebahagiannya terhadap kelahiran nabi muhammad. Oleh karena itu, maka hendaklah kita merayakan Maulid Nabi dengan meriah. Tentu dengan serangkaian acara yang tidak melanggar syariat, misalnya dengan pesta minuman yang memabukkan, memakan daging anjing, babi dan sebagainya dari perilaku yang dilarang syariat.

Sumber : Kitab Kitab Maulidu Syarafil Anaam dan Alquranul Kariim.
(Affan Abdillah)

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *