Pesantren Tahfidzul Qur’an Ekonomi Darul Uchwah Jakarta


hobindonesia.id Al-Qur’an merupakan mukjizat yang diberikan kepada kita umat islam. Allah memberikan banyak kemudahan bagi yang mau mempelajarinya. Baik dalam segi membaca, menghafal, tafsir dan berbagai bidang keilmuan lainnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Allah Swt. Dalam Surat Al-Qomar (54) ayat 17 yang berbunyi:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْاٰنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُّدَّكِرٍ

Artinya: “Dan sesungguhnya telah kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Kultur Pesantren merupakan sebagian dari gambaran kesederhanaan yang menjadi ciri khas santri pada umumnya. Kehidupan yang sederhana tidak membuat luntur semangat mengaji santri kepada para ustadz/ustadzah. Ini menunjukkan kesederhanaan kehidupan di Pesantren. Seperti halnya kesederhanaan kehidupan santri Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta, termasuk pada tataran proses pendidikan dan pengajaran yang ada sekarang. Tapi, dengan kesederhaan itulah yang lebih membawa santri pada semangat mencari ilmu, dengan menerima apa adanya dan mengambil manfaat sebanyak mungkin dari program –program yang ada di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, salah satunya program Tahfidz Qur’an yang lebih diprioritaskan pada santri putri tetapi tidak menuntut kemungkinan santri putra juga ada yang ikut serta.

Pada hakikatnya menghafal Al-Qur’an merupakan pekerjaan yang sangat mulia, selain itu juga dapat menambah ketebalan iman di dalam diri kita, banyak sekali Pondok Pesantren yang membuat program Tahfidz Qur’an (menghafal Al-Qur’an ). Salah satunya di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah juga tidak mau kalah dengan Pesantren lainnya, selain menumbuhkan para santri jiwa kewirausahaan dengan latarbelakang ekonomi, Pesantren Ekonomi Darul Uchwah juga menerapkan program menghafal Al-Qur’an.

Program menghafal Al-Qur’an ini dibagi menjadi dua waktu untuk setoran ke Ibu Nyai Pengasuh Pesantren (Bu.Ny.Mufizah) setiap ba’da maghrib berlangsung dalam tiga hari beserta santri putri lainnya, dan setiap pagi pada hari rabu dan jum’at khusus yang menghafal Al-Qur’an.

Maka dari itu sungguh mulia orang yang memuliakan Al-Quran dengan membaca dan menghafalkan isi kitab suci tersebut. Menghafal Al-Quran termasuk ibadah sebagai tujuan hidup dalam Islam, jika dilakukan ikhlas karena Allah dan bukan untuk mengharapkan pujian di dunia sebagaimana fungsi Al-Quran dalam kehidupan dan keajaiban Al-Quran di dunia. Bahkan salah satu ciri orang yang berilmu menurut standar al-Quran, adalah mereka yang memiliki hafalan al-Quran sebagai cara dan bentuk manfaat membaca alquran setiap hari . Allah berfirman:
بَلْ هُوَ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ فِى صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِـَٔايَٰتِنَآ إِلَّا ٱلظَّٰلِمُونَ

Artinya : Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim (QS. al-Ankabut: 49).

Perlu diketahui, bahwa persyaratan untuk menghafal Al-Qur’an, itu bacaan Qur’an-nya bagus, Tartil, dan sudah lancer dan yang perlu diingat, bahwasannya di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah sudah meluluskan Hafidzah 4 santri putri, semoga nanti kedepannya bisa bertambah lagi. Amin…

Pada dasarnya manfaat orang menghafal Al-Qur’an begitu banyak jika kita mempelajari, di antaranya yaitu:
1. Hidup makin tenang, tentram, damai tiada kegundahan di dalam dirinya.
2. Dapat menjernihkan pola pikir agar tetap hidup sehat.
3. Memberikan jubah dan mahkota untuk kedua orang tua nya di akhirat kelak
4. Mendapatkan syafaatnya Al Qur’an di Padang Mahsyar kelak, dll.

Manfaat tersebut tidak terjadi pada orang yang menghafal Al-Qur’an saja, namun pada orang yang rajin dan mengamalkan isi kandungannya. Meskipun orang yang membacanya masih terbata – bata, artinya belum lancar dan tidak mengerti ilmu tajwid secara keseluruhan sekalipun dia tetap akan mendapatkan 10x pahala dari Allah Swt, asalkan berawal dari niat yang ikhlas karena Allah bukan karena pahala.

Maka wajib bagi kalian yang belum mengenal lebih dalam tentang Al Qur’an, bisa mondok di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, Insya Allah ilmu interpreneurnya dapat ilmu Al Qur’an-nya dapat, dan ilmu yang lainnya juga dapat. Sembari mempelajari ilmu pengetahuan yang umum, dan tidak mengesampingkan keilmuan agama, artinya meskipun di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta, para santri mempunyai title mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, juga bisa disebut santri. Artinya kalau pagi hari kuliah, sedangkan malam hari mengaji.
.
.

Baca Juga : Peran Pesantren Dalam Perkembangan NU di Jakarta Barat

Penulis: Hasanah

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *