Shalat dan Kesehatan


hobindonesia.id Pernah mendengar orang tua yang berumur panjang ?. Misalnya, ditelevisi atau media masa gitu?. Kalau Saya pribadi pernah mendengar dibeberapa media seperti berita Kompas Tv, Berita Siang, bahkan saya bisa melihatnya sendiri ketika saya berada dilingkungan rumah.

Seorang pria yang sudah berumur lebih dari 75 tahun tapi masih mampu berdiri tegak tanpa bantuan tongkat dan tetap beraktifitas seperti biasa sampai sekarang. Ya walaupun beliau tidak bisa disamakan seperti anak muda berusia 17 atau 20 tahunan ya. Seorang kakek berusia lebih dari 75 tahun beliau bermukim di Bogor dan mendirikan sebuah sekolah SMP dan SMA khusus untuk orang yang membutuhkan sejak tahun 1997 dan masih berjalan hingga saat ini. Melihatnya masih terlihat bersemangat dalam menjalankan aktifitas kesehariannya membuat saya penasaran tentang masa lalunya, kebiasaannya sampai saat ini yang secara logika mungkin bisa saja mempengaruhi kesehatannya.

Dari cerita kakek tersebut, saya menangkap beberapa perbedaan pola gaya hidupnya sejak dulu hingga sekarang tidak pernah berubah. Orang zaman dahulu menerapkan pola kehidupan untuk tetap sehat dan terhindar dari penyakit berbahaya dan mematikan. Seperti serangan jantung, stroke, dan kanker yang semakin menjadi ancaman kesehatan bagi setiap orang.

Banyak artis ditelevisi meninggal akibat menderita kanker, dan yang terakhir diberitakan adalah bapak Sutopo Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB karena kanker paru-paru, padahal ia mengaku hidup sehat dan tidak merokok.

Namun, menurut saya terkadang penyakit kanker dapat disebabkan pada hal yang sering kali disepelekan sehingga dapat memicu penyakit kanker. Mungkin kita termasuk orang yang tidak merokok secara aktif. Tapi, bukankah kita bisa menjadi perokok pasif ?. Perokok pasif disebabkan karena terdapat perokok aktif disekitar kita dan ketika asap mengenai hidung kita merasa bahwa itu hal yang biasa. Tanpa disadari menjadi perokok pasif dapat menjadi pemicu terjadinya kanker paru-paru.

Orang tua zaman dahulu mereka hidup di pedesaan, sehingga mereka terhindar dari penyakit yang membahayakan juga mematikan karena di desa mereka bergaya hidup yang sederhana, kehidupan orang tua zaman dahulu cenderung lebih sehat. Karena setiap anggota tubuhnya bergerak tanpa merasa pola pikir stres. Pekerjaan mereka selama di desa adalah mengelola sawah, mengelola ladang atau berkebun yang mereka miliki. Kegiatan mengelola sawah sama halnya seperti berolahraga. Mencangkul dan menanam benih membuat badan mengeluarkan keringat setiap hari sehingga tidak perlu nge-gym atau pergi ketaman kota dengan jadwal seminggu sekali untuk berjalan dan berlari pagi.

Dengan memiliki sawah dan dan kebun membuat orang tua zaman dahulu menjadi sehat karena mereka memilih melakukan perjalanan menuju sawah dan kebun dengan berjalan kaki dan tidak menggunakan kendaraan seperti orang zaman sekarang. Berkebun membuat kita memakan makan makanan yang sehat seperti sayuran dan buah-buahan yang berasal dari kebun sendiri. Memberi pupuk alami terbebas dari pestisida, memakan daging dengan secukupnya. Tinggal di sebuah desa merupakan lingkungan yang bersih dan udara yang sehat bertolak belakang dengan lingkungan di kota yang penuh dengan polusi udara dan lingkungan cenderung tidak sehat.

Upaya Orang tua zaman dulu demi menjaga kesehatan begitu sangat sederhana dan sudah pasti dapat dilakukan oleh setiap orang tua pada zaman dulu. Orang tua zaman sekarang berbeda dengan orang tua zaman dulu, apa yang dilakukan orang tua zaman sekarang belum tentu dapat dilakukan oleh setiap orang tua zaman ini. Dan kita juga tidak mungkin melakukan apa yang orang tua zaman dulu lakukan. Karena jelas orang tua zaman dulu dan zaman sekarang hidup di era zaman yang berbeda. Akan tetapi, menjaga pola pikir untuk tidak stres itu sangat diperlukan dan dianjurkan. Dikutip dari kompas.com menyatakan bahwa stres yang berkepanjangan dapat mempengaruhi mental, berdampak buruk pada kesehatan fisik, dan bisa menjadi pemicu timbulnya kanker ditubuh kita.

Tahukah kalian sahabat literasi bahwa, menjaga kesehatan tubuh itu merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Bentuk syukur yang kita lakukan selain mengucapkan “Alhamdulillah”, kita akan melakukan kegiatan yang diwajibkan dan disunnahkan sesuai dengan tuntunan al-quran dan sunnah rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam. Yaitu dengan melakukan shalat.

Melakukan shalat ternyata dapat membantu kita menjaga kesehatan dalam setiap gerakannya. Gerakan shalat secara ilmu fiqih memberikan macam-macam manfaat dalam setiap gerakannya. Saya membaca alam buku manfaat dalam gerakan shalat bagi kesehatan begitu beragam salah satunya dalam kesehatan. Jika dilihat dalam bidang medis gerakan shalat dapat menjaga kesehatan tubuh.

Gerakan shalat yang dilakukan dapat menimbulkan atau merangsang jaringan sel dan peredaran di dalam tubuh unuk bekerja lebih optimal. Sehingga dapat melancarkan aliran darah memberi efek pada kondisi tubuh menjadi lebih sehat dan segar. Hal ini dikarenakan aliran darah berjalan lancer tanpa tersumbat. Selain itu, gerakan shalat dapat mengencangkan otot-otot dan mengoptimalkan fungsi-fungsinya.

Dalam shalat ketika melakukan takbiratul ihram, akan membuat pernapasan menjadi lancar dan teratur. Karena, ketika melakukan takbir terdapat otot bisep dan otot dada pada bahu sehingga rongga dada melebar. Selain itu otot kedua tangan serta bahu akan berkontraksi, dan bahu menjadi lebih kuat dan kencang. Kemudian saat melakukan rukuk dengan 90 derajat otot-otot kembali mengalami kontraksi, sehingga aliran darah pada tubuh bagian atas terasa begitu lancar. Kedua tangan yang berada ditumit terasa lebih kencang. Dan ketika melakukan sujud aliran darah mengalir secara optimal ke kepala sehingga otak dapat bekerja secara optimal.

Gerakan sujud apabila dilakukan dengan benar dan relative lama dengan teratur dapat mengoptimalkan kinerja otak. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa ketika melakukan sujud manusia dapat memaksimalkan fungsi otak kanan dan otak kirinya hal ini tidak menutup kemungkinan orang yang melakukan sujud dengan benar bisa membuat seseorang lebih cerdas dan kreatif. Saat tubuh melakukan sujud otot dari leher sampai kaki bereaksi dan berkontraksi sehingga akan lebih kuat dan kencang. Selain itu, Pernapasan akan lebih teratur dan dapat menghilangkan rasa nyeri pada bagian kepala seperti pusing dan sakit kepala.

Ketika melakukan duduk setelah sujud otot kaki menekan sehingga peredaran darah akan terpompa lebih maksimal. Jika dilakukan secara teratur gerakan ini dapat mencegah penyakit linu atau nyeri pada bagian kaki. Melakukan gerakan terakhir yaitu gerakan salam. Gerakan ini memang sangat sederhana, yaitu kita hanya perlu memutar kepala dari kanan ke kiri hingga melihat ke belakang.

Jika gerakan ini dilakukan dengan benar akan membuat otot bagian leher akan lebih terlatih, kencang dan peredaran darah berjalan dengan lancer.sehingga, dapat mencegah dari pegal-pegal dibagian leher. Gerakan shalat tidak akan terasa manfaatnya apabila dilakukan dengan cara yang sembarangan dan cepat tanpa memerhatiakn tata caranya. Jika shalat dilakukan sesuai dengan aturan, maka manfaat dan kenikmatan dalam setiap gerakannya akan terasa bagi mereka yang melakukannya.

Cukuplah bagi kita menjaga kesehatan dengan memakan makanan yang baik dan menyehatkan seperti buah dan sayuran, menjaga pola hidup yang baik dan benar menjaga kebersihan dan tentu salah satunya menjaga shalat serta melakukannya sesuai dengan shalatnya nabi atau sesuai dengan al-qur’an dan sunnah rasulullah shalallahu’alaihi wassalam.

Wallahu’alam

Oleh ; Oleh Isna Mulani Atihi

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *