Sholat Sebagai Sarana Komunikasi Kita Kepada Sang Pencipta Alam Semesta


hobindonesia.id Sebelum jauh menyelami segara kasih sayang rahmat Tuhan, mari kita tafakhur ringan, kapan terakhir kali kita menghelai nafas panjang yang sempurna. Kapan terakhir kali kita tidur terlelap tanpa seekor semutpun mengganggu, atau seekor seranggapun mengolok olok telinga kita, bersyukur yang mendalam pantas bagi kita, seorang hamba penuh kekurangan,,,.

Sebelum jauh mendalami nikmat Tuhan yang di anugrahkan pada kita, sudahkah kita membaca allhamduillah selepas kita bangun tidur pagi hari tadi, pernahkah kita berimajinasi, bagaimana jika Tuhan sudah tidak berkendak lagi mengembalikan nyawa kita dan kita menjadi manusia yang sadar hidup kembali, Allhamdulillaah Gusti,,,.

Sebagaimana yang di dawuhkan junjungan kita, Nabi agung Muhammad SAW, hendaklah manusia membaca doa sebelum ia memejamkan mata untuk beristirahat total (tidur) karna jika kita tafakhuri, tidur adalah pusat dari segala sesuatu terjadi, dan beribu macam peristiwa terjadi, mulai dari jatuhnya daun kering, jatuhnya hujan dari langit, dan banyak sekali kemungkinan – kemungkinan negatif terjadi saat kita tidur lelap, bayangkan tanpa Tuhan melindungi kita, kejadian luar biasa lagi yaitu turunnya wahyu pada para nabi dan Rasul kita, pun perantara mimpi, betapa agung peristiwa tidur yang Tuhan beri pada kita, maka hendaklah setiap manusia yang hendak tidur berdoa dan memasrahakan sepenuhnya semua yang terjadi kepada Tuhan sang maha sempurna dan Ia berkuasa atas segala sesuatu di buka bumi ini,,.

Baca Juga :SEHARUSNYA KITA LEBIH CEPAT DALAM MENGGAPAI KEKAYAAN

Nah demikian adalah peristiwa tidur, lalu bagaimana peristiwa sholat yang tak kalah agung dengan peristiwa tidur,,.

Sebagai hamba, sebagaimana setiap bulannya kuli yang menjadikan gaji sebagai sarana komunikasi dan menghadap terhadap bossnya, yang mana pada dasarnya kita yang benar – benar butuh pada boss kita bukan boss yang butuh kita, sedang Tuhan adalah boss atas segala galanya yang kita alami, tak terbayangkan jika manusia telah terlalu sering meninggalkan sholat lima waktu (maktubah), lalu dengan sarana apa manusia mengadu pada Tuhan,.?? jika kita sedang dirundung masalah, atau tertimpa beban hidup yang keras, lalu bagaimana kita mengadu jika sholatpun sudah tidak menjadi pusat orientasi kita, lalu bagaimana kita mengembalikan semua yang terjadi pada Tuhan, segalanya dari Tuhan dan akan kembali pada tuhan, Tuhan Tuhan dan Tuhan, tiada Tuhan salain Allah,,.

Titik terakhir kita kembali hanya pada Allah,,.

Oleh : Bahr..

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *