Yenny Wahid : Kita Banyak Belajar Ikhlas Dari Gus Dur


hobindonesia.id Gus Dur bukan sekedar pemimpin, kalau bagi saya pribadi Gus Dur adalah seorang ayah, tapi lebih dari seorang ayah, Gus Dur adalah pemimpin saya, bukan sekedar pemimpin intelektual, pemimpin politik tapi juga pemimpin rohani.

Hal tersebut diungkapkan Putri kedua Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Yenny Zannuba Wahid atau biasa disapa Yenny Wahid, dalam peringatan Haul ke-11 Gus Dur yang diselenggarakan Pesantren Ekonomi Darul Uchwah Jakarta. Acara ini digelar bersamaan dengan kegiatan Majelis Dzikir Maulidurrasul Saw secara langsung dan virtual disiarkan langsung Nu Channel, pada Sabtu (2/1) malam.

“Dari Gus Dur kami semua anak-anaknya diajari setengah dipaksa untuk belajar ikhlas, artinya ikhlas menerima banyak sekali hal-hal yang mungkin tidak bisa diterima oleh akal sehat,” ungkap putri sulung Gus Dur ini.

Gus Dur seperti sama-sama kita ketahui, mungkin dari kaca mata dhohir seolah-olah dibohongi, seolah-oleh ditipu, dikhianati dan sebagainya.

Dalam ceritanya Yenny bertanya kepada Gus Dur “kok gitu sih pak,” Gus Dur menjawab dengan santai “Orang -orang itu maqomnya(kedudukannya) masih segitu, memang maqomnya suka bohong, masih suka menyakiti, masih suka menipu, masih suka mengkhianati dan lain sebagainya,”

Baca Juga:Ketua PBNU: Bangsa Indonesia Butuh Figur Seperti Gus Dur

Menurut aktivis Muslimat NU ini, kita dipaksa untuk belajar ikhlas, ternyata itu semua adalah pelajaran hidup yang saya petik pada saat ini, bahwa keikhlasan itulah yang membuat kecintaan kita kepada Gus Dur.

Semakin hari, kami sering mendapatkan pesan -pesan dari banyak orang, bahwa kita rindu Gus Dur, kita kangen sosok seperti Gus Dur.

“Itu semua menguatkan kami, bahwa selama ini yang dilakukan Gus Dur sudah benar, bahkan ketika dijatuhkan dari Presiden, buat kami bisa menerimanya. Karena menjadi Presiden hanyalah peran, peran yang dijalankan oleh manusia di mana sudah digarikan oleh yang di atas,” jelasnya.

Yenny menambahkan, hari ini jadi ketua PBNU besok jadi Presiden itu semua adalah peran yang kita jalankan, itu bukan ghayah (tujuan), ghayahnya tetap kita menebarkan kebaikan dan semuanya itu adalah wasilat dari Allah Swt.

“Pelajaran paling utama dari Gus Dur yang terkadang kita lupa dalam menjalani aktivitas setiap hari dalam mengejar macam-macam hal di dunia, kita lupa yang seolah – olah seharusnya menjadi wasilat malah menjadi ghayah,”pungkas Yenny.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *